Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Fikri Faqih : Ada 62 Satuan Pendidikan di Kota Tegal Belum Melaporkan Penggunaan Dana BOS

- Redaktur

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TEGAL || Sangkakala 7
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) bekerjasama dengan Komisi X DPR-RI menggelar Workshop Pendidikan, dengan tema ; “Optimalisasi Penggunaan Dana BOSP 2024 yang Lebih Cepat, Lebih Tepat, dan Lebih Manfaat.”

Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Kemendikbudristek RI, Arifin, S.A.P., Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dr. H. Fikri Faqih, MM., perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Sarwono Singgih Primadi, ST.,MT., serta ratusan kepala satuan pendidikan di Kota Tegal, bertempat di Hotel Bahari Inn, Jumat (19/7/2024).

Dalam sambutannya, Sarwono Singgih Primadi, ST.,MT mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal menyampaikan apresiasi kegiatan Workshop Pendidikan yang terselenggara berkat kerjasama antara Kemendikbudristek RI bersama Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara umum khususnya di wilayah Kota Tegal.

Seperti kita ketahui bersama BOSP tahun 2024 telah dicairkan lebih awal dibandingkan BOSP tahun 2023. “Terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dari Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dan Kemendikbudristek RI sehingga tahun ini BOSP bisa dicairkan lebih cepat”.

Singgih mengatakan, Kenapa BOSP tahun 2024 dicairkan lebih cepat ?Karena kita tahu semua bahwa untuk operasional sarana prasarana (sarpras) pendidikan ini tidak bisa ditunda-tunda lagi menunggu pencairan bulan Meni, Juni, Juli dan seterusnya, karena bulan Januari harus tetap dilaksanakan. Untuk itu, dari Kemendikbudristek RI memprogramkan pencarian BOSP lebih cepat tahun ini.

Disisi lain, kalau operasional tidak bisa ditunda kalau BOSP nya tidak dicairkan tentunya akan menjadi beban dari kepala satuan pendidikan untuk mencari sumber-sumber pendanaan agar operasional satuan pendidikan dapat terlaksana.

Untuk itu, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kemendikbudristek RI yang pada tahun ini bisa mempercepat pencairan BOSP nya,” ujarnya.

Perwakilan Kemendikbudristek RI, Arifin, S.A.P menyampaikan kegiatan ini hasil kolaborasi kami dengan DPR-RI Komisi X. Kami sebagai kementerian adalah mitra kerja beliau didalam melaksanakan program-program khususnya anggaran.

Pada kegiatan tentang workshop pendidikan ini adalah bentuk hasil dari pemantauan DPR Tegal, beliau ini melihat apakah yang sudah diketok oleh DPR dilaksanakan oleh kami, jadi ini merupakan sebagai bentuk pengawasan,” ujarnya.

Dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai langkah bahkan lompatan-lompatan melalui kebijakan melalui Merdeka Belajar. Salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan itu sendiri terletak pada penguatan ekosistim pendidikan dalam 4 prinsip yang terpenting adalah ;
1. Satuan pendidikan berpihak kepada murid. Satuan pendidikan harus menomorsatukan murid dalam keputusan-keputusan besarnya. Apapun keputusan yang diambil harus berdampak baik pada murid.
2. Satuan pendidikan harus menciptakan lingkungan belajar yang baik dan aman, nyaman, menyenangkan serta bersih. Yaitu bebas dari perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
3. Satuan pendidikan yang reflektif, yaitu senang belajar, berbagi, dan berkolaborasi. Dan yang keempat adalah, hasil belajar murid-muridnya harus semakin baik dari waktu ke waktu dan saya berharap setiap satuan pendidikan memiliki komunitas belajar,” jelas Arifin, S.A.P.

Arifin, S.AP juga mengimbau kepada satuan pendidikan yang telah menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2024 untuk segera memanfaatkan dan mengoptimalkan dengan cepat,” imbauannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dr. H. Fikri Faqih, MM menyampaikan fungsi DPR-RI cenderung berat pada fungsi pengawasan, bagaimana pelaksanaan program pendidikan itu berjalan lancar atau tidak. Salah satunya adalah terkait anggaran pendidikan di Kemendikbudristek RI dari 97 triliun itu 57 triliun nya adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS itu banyak dikeluhkan karena tidak lentur dan seterusnya.

Fikri mengatakan sesungguhnya sudah ada regulasi yang namanya relaksasi penggunaan BOS tapi memang ternyata sosialisasinya kurang sehingga banyak diantara penyelenggara pendidikan, satuan pendidikan ini yang mungkin tidak paham Permendikbudristek RI Nomor 63 Tahun 2024. “Sejak tahun 2021 keluhannya masih masalah kemahalan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) serta penerimaan BOS itu tergantung sedikit banyaknya jumlah siswa,” ujarnya.

Fikri merinci dari 372 satuan pendidikan di Kota Tegal baru 310 yang melaporkan penggunaan dana BOS ini, sehingga masih ada 62 satuan pendidikan yang masih belum melaporkan antara lain 4 satuan pendidikan kesetaraan, 25 PAUD, 30 SD, dan 3 SMP.

“Mudah-mudahan dengan adanya workshop pendidikan ini bisa membantu mereka para satuan pendidikan terkait kendala-kendala apa saja hingga sampai hari ini belum melaporkan penggunaan dana BOS sampai dengan batas akhir yaitu 31 Juli 2024. Hal ini dilakukan agar seluruh sekolah bisa mendapatkan pencarian dana BOS tahap II.

Jurnalis : Diyarni
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026
Pendidikan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dibutuhkan Untuk Memberikan Pengetahuan dan Keterampilan
Tradisi Gotong Royong Merupakan Warisan Budaya Luhur yang Harus Terus Dirawat dan Dihidupkan
Guru Memiliki Peran Strategis dalam Membentuk Karakter, Pola Pikir Inklusif, dan Moderat pada Peserta Didik
Transmigrasi Bukan Sekedar Memindahkan Orang, Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat dengan Keterampilan untuk Menciptakan Peluang Ekonomi
Olahraga Bukan Lagi Sekadar Aktivitas Fisik, Melainkan Telah Bertransformasi Menjadi Pilar Baru Penguat Ekonomi
Pengembangan Cagar Budaya Dapat Mendorong Wisata Budaya, Wisata Religi, dan Ekonomi Budaya Berbasis Masyarakat
Generasi Muda Memiliki Peran Penting Melestarikan dan Promosikan Budaya Warisan Leluhur ke Berbagai Belahan Dunia
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:23 WIB

Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Pendidikan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dibutuhkan Untuk Memberikan Pengetahuan dan Keterampilan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Tradisi Gotong Royong Merupakan Warisan Budaya Luhur yang Harus Terus Dirawat dan Dihidupkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Guru Memiliki Peran Strategis dalam Membentuk Karakter, Pola Pikir Inklusif, dan Moderat pada Peserta Didik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Transmigrasi Bukan Sekedar Memindahkan Orang, Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat dengan Keterampilan untuk Menciptakan Peluang Ekonomi

Berita Terbaru

Hukum

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Selasa, 1 Sep 2026 - 10:30 WIB