Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Pelaksaan pelebaran Jalan Dolok Sanggul – Siborongborong tergali proyek Jaringan Tegangan Menengah ( JTM ).
Pengerjaan pembangunan proyek pelebaran jalan yang di mulai sejak bulan Mei, di duga menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 Trilyun.
Anggaran pembangunan jalan Siborongborong – Dolok Sanggul bersumber dari Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Propinsi Sumatera Utara.
Pelaksanaan proyek pelebaran jalan Siborongborong – Dolok Sanggul terjadi penggalian kabel listrik jaringan JTM ( Jaringan Tegangan Menengah), yang mengakibatkan adanya kabel listrik JTM yang terluka atau terkelupas dan dibiarkan begitu saja tanpa ada niat memberikan tanda bahaya atau pun garis kuning dari pihak proyek PT Sineca Indonesia.
Ketika di temui salah seorang Staff Kantor PT Sineca Indonesia di Mess nya yang berlokasi di Jalan Dolok Sanggul – Siborongborong, Desa Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta mengatakan, bescamp nya di Kecamatan Pollung, Kamis, 05/09/2024.
Dari pantauan wartawan dan di saksikan masyarakat, ada kabel Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di beberapa titik terluka atau terkupas, diduga akibat benturan benda keras.
Kabel jaringan tersebut ada aliran listrik 3 pasa, apabila jaringan tersebut bersatu akan terjadi korsleting dan ledakan tinggi dan membahayakan masyarakat sekitar, dan para pengendara yang melintas.
Anak kecil dan anak sekolah selalu melintasi lokasi proyek galian kabel Jaringan Tegangan Menengah tersebut.
Dikawatirkan anak-anak kecil, anak sekolah dan pengendara menyentuh kabel tersebut, mengakibatkan nyawa melayang.
Pihak pelaksana proyek tidak ada reaksi untuk menanam atau menutup kembali galian kabel tersebut.
Koordinator pelaksana Bambang DS, saat di hubungi melalui Whatshapp terkait galian kabel JTM yang terkupas di proyek pelebaran jalan PT Seneca Indonesia yang membahayakan anak-anak dan pengguna jalan.
Ada 4 titik galian kabel JTM yang terluka dan tidak adanya rambu-rambu atau garis kuning tanda bahaya. Kabel-kabel itu di biarkan terburai dan terkelupas.
PT Seneca Indonesia sebagai pelaksana proyek diduga tidak memperhatikan kualitas dan kurang profesional dalam menangani keselamatan masyarakat.
Apakah pihak perusahaan hanya mengutamakan kepentingan proyek ???
(KB-061)







