Aktor Intelektual Pengeroyokan di Gaet PLTA Marancar Divonis 2 Tahun Penjara, Korban Kecewa

- Redaktur

Rabu, 5 Februari 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Perwakilan PT Sinar Avanoska Emas (SAE) bersama korban menyampaikan sikap kekecewaannya, usai pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, Selasa (4/2/2025). (Sangkakala 7/ist)

Tapsel, Sumut || Sangkakala 7
Korban pengeroyokan dalam kasus kerusuhan di gaet PLTA Marancar, mengaku kecewa, Pengadilan Negeri Padangsidimpuan hanya menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap ESS alias Bobon, yang merupakan dalang atau aktor intelektual dari kerusuhan yang terjadi.

Mewakili para korban, Dio, perwakilan PT Sinar Avanoska Emas (SAE) mengatakan, vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan kepada tersebut, sangat tidak berkeadilan. Terlebih, terdakwa ESS merupakan oknum Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang seharusnya menghadirkan keamanan dan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami merasa kecewa dan tidak puas terhadap keputusan majelis hakim, yang menjatuhkan vonis kepada saudara ESS hanya 2 tahun,” ujar Dio, usai sidang ppembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Selasa (4/2/2025).

Menurut Dio, vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan kepada ESS sangat tidak logika. Warga yang terlibat dalam aksi pengeroyokan saja mendapat hukuman dua tahun empat bulan. Seharusnya dalang dari peristiwa tersebut mendapat hukuman yang lebih berat.

“Bagaimana bisa orang yang terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi dalang dari kerusuhan di vonis lebih rendah daripada anggota yang melakukan kerusuhan,” ucap Dio, yang didampingi korban Parlindungan Hutasoit, Nurman Akhmad dan juga Ngolu Partahian

Dio mengungkapkan, korban yang merupakan karyawan PT Sinar Avanoska Emas (SAE), hingga saat ini masih mengalami ketakutan dan trauma yang luar biasa, hingga tidak bisa bekerja. Selain itu, beberapa korban masih harus melakukan perawatan terhadap luka-luka yang dideritanya.

Atas dasar itu, pihaknya berharap, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padangsidempuan menjatuhkan vonis lebih dari 5 tahun penjara
kepada ESS, yang seharusnya sebagai wakil rakyat memberikan contoh tauladan ditengah-tengah masyarakat.

“Harapan kami awalnya jelas, terdakwa yang menjadi dalang kerusuhan harusnya mendapatkan vonis lebih dari 5 tahun,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polisi Periksa 24 Kru KM Maulana, Terkait Dugaan Penganiayaan Terhadap 4 ABK
Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan
Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi
Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik
SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI
Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Polisi Periksa 24 Kru KM Maulana, Terkait Dugaan Penganiayaan Terhadap 4 ABK

Senin, 28 September 2026 - 15:55 WIB

Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan

Kamis, 17 September 2026 - 17:31 WIB

Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

Kamis, 3 September 2026 - 06:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru