Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Indonesia kembali memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon setiap tanggal 10 Januari. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan urgensi menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sabtu,10/01/2026.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi alam Indonesia yang terus mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan, deforestasi, serta dampak perubahan iklim. Melalui gerakan menanam pohon, masyarakat diajak berkontribusi langsung dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Kini, isu lingkungan hidup tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kerusakan hutan, berkurangnya daerah resapan air, hingga meningkatnya bencana alam menjadi sinyal kuat bahwa alam membutuhkan perhatian serius. Peringatan ini sekaligus menjadi panggilan moral untuk bersama-sama memperbaiki kualitas ekosistem yang kian menurun.
Keprihatinan semakin menguat seiring maraknya penebangan pohon yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir bandang di sejumlah daerah. Wilayah Sumatera Utara, Padang, hingga Aceh dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda banjir bandang yang menimbulkan kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, bahkan korban jiwa. Kondisi ini memperlihatkan dampak nyata dari rusaknya hutan dan berkurangnya tutupan lahan hijau.
Momentum Hari Gerakan Satu Juta Pohon diharapkan menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan. Penanaman pohon bukan hanya simbol kepedulian, tetapi langkah konkret dalam mencegah bencana ekologis di masa mendatang.
Peringatan ini juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitar, setiap individu dapat berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih hijau, aman, dan berkelanjungan bagi generasi mendatang.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








