Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan membuka kembali aktivitas tambang di wilayah Barat Kabupaten Bogor. Keputusan ini tetap diambil meskipun adanya desakan dari sebagian masyarakat yang terdampak penutupan tambang.
Pria yang akrab disapa KDM itu menyampaikan apresiasinya kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang telah berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat, termasuk melakukan beberapa kali upaya pertemuan dengan dirinya.
“Perjuangannya Pak Bupati dan Wakil Bupati sangat panjang, saya lihat. Berusaha beberapa kali bertemu saya, kemudian mengajak saya bertemu dengan pengusahanya, tetapi untuk sementara ini saya tidak dulu memenuhi pertemuan itu karena saya menjaga integritas diri saya bahwa seluruh putusannya dilakukan berdasarkan sistem,” ujar Dedi, Rabu (06/05/2026).
Dedi menegaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah fokus membangun sistem pengelolaan yang komprehensif agar penanganan persoalan tambang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan terkait tambang tidak bisa hanya mempertimbangkan aspek ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial dan keselamatan warga, khususnya di kawasan Parungpanjang.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas tambang sebelumnya telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, terutama terkait kondisi jalan dan keselamatan pengguna.
“Karena yang harus dipikirkan bukan hanya sektor tambang. Jalur Parungpanjang dilewati masyarakat kita yang juga harus dilindungi agar nyaman pergi ke sekolah, kantor, rumah sakit, berdagang. Dulu mereka mengalami penderitaan panjang bahkan ada yang meninggal,” tegasnya.
Dengan sikap tersebut, Pemprov Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kepentingan masyarakat luas serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan serta keselamatan publik.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








