Luhut Nababan Pertanyakan Penanganan Kasus Penganiayaan di Polres Humbahas

- Redaktur

Senin, 11 Mei 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Humbahas, Sumut
Luhut Nababan mempertanyakan perkembangan penanganan laporan dugaan penganiayaan yang telah dilaporkannya ke pihak kepolisian di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/36/III/2026/SPKT/POLRES HUMBANG HASUNDUTAN/POLDA SUMATERA UTARA, laporan tersebut diterima pada 17 Maret 2026.

Dalam laporan itu disebutkan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi di Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Selain STPL, pelapor juga menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 06 April 2026 dari Sat Reskrim Polres Humbang Hasundutan. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa laporan telah diterima dan Unit Reskrim telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti.

Namun demikian, Luhut Nababan mengaku hingga kini belum mendapatkan perkembangan lanjutan terkait proses penanganan perkara tersebut.
Menurut pengakuannya, sekitar dua minggu lalu dirinya datang langsung ke Polres Humbang Hasundutan untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang telah dilaporkannya.

Saat menanyakan kepada salah seorang juru periksa, ia mengaku diminta untuk bersabar.
“Sabar, ini bukan seperti makan cabe,” ujar petugas tersebut sebagaimana disampaikan oleh Luhut Nababan.

Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Hitler Hutagalung, S.H., M.H., ketika ditemui di Mapolres Humbahas menjelaskan, bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, Senin (11/05/2026).

Ia berharap laporan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Luhut Nababan juga menjelaskan kronologis kejadian yang dialaminya.

Warga Desa Nagasaribu itu menyebut dugaan penganiayaan dilakukan secara bersama-sama sehingga dirinya merasa dirugikan.
Menurut keterangannya, peristiwa tersebut berawal dari cekcok mulut terkait persoalan tanah yang kemudian memicu dugaan penganiayaan.

Dengan kondisi tubuh yang tidak seimbang dibanding lawannya, ia mengaku hanya bisa pasrah saat menghadapi kejadian tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-061

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 168 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru