Stunting dan Kekurangan Gizi Menjadi Tantangan Serius yang Harus Ditangani Bersama

- Redaktur

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Kondisi ini dianggap serius karena penderita stunting, tidak hanya mengalami kegagalan pertumbuhan, tetapi juga mempengaruhi kecerdasannya, tutur Irpan, pada Minggu, 25/10/2026 di rumah kediamannya.

Seperti yang diketahui Generasi bersih dan sehat (Genbest), anak yang berada pada masa emas pertumbuhan memiliki otak yang dapat berkembang pesat.

Berbeda dengan anak yang stunting. Mereka mengalami kekurangan gizi pada masa ini dan membuat asupan energi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak tidak cukup sehingga berpengaruh pada kecerdasan penderitanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Bekasi, Irpan Haeroni mengatakan, stunting terjadi sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, yaitu masa emas perkembangan otak. Kekurangan nutrisi pada fase ini menghambat pertumbuhan volume dan struktur otak.

Dia menambahkan, bahwa upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan memperbaiki asupan gizi anak.

Menurutnya, stunting dan kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan, akan mengganggu pembentukan sel saraf otak, yang berakibat langsung pada penurunan kecerdasan intelektual (IQ), kemampuan kognitif, dan prestasi belajar anak, tandasnya.

“Stunting dan kekurangan gizi memang menjadi tantangan serius yang harus kita tangani bersama. Akan tetapi, perkembangan intelektual anak tidak hanya ditentukan oleh faktor gizi. Pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang mendukung, pola asuh yang baik, serta akses terhadap stimulasi belajar juga memiliki peran yang sangat penting,” lugasnya.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra menyampaikan, bahwa investasi pada pendidikan sejak usia dini harus berjalan beriringan dengan program perbaikan gizi. Dengan demikian, anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Menurut Irpan, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk kemampuan kognitif anak.
Orang tua perlu memberikan perhatian terhadap pola makan yang sehat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah.

Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup, tetapi mereka juga membutuhkan stimulasi melalui membaca, bermain edukatif, serta interaksi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Semua faktor ini saling berkaitan dalam membentuk kualitas generasi masa depan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi lintas sektor agar anak-anak kita mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, dan berkembang secara optimal,” tegasnya.

Irpan berharap berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, Jawa Barat mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan, harap Irpan.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN
Penguatan Tenaga Ahli Cagar Budaya Jadi Fondasi Pelestarian Warisan Budaya
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Profesionalisme Tenaga Kesehatan, dan Keselamatan Pasien
Lahirnya Sumpah Pemuda Menjadi Tonggak Utama Dalam Sejarah Pergerakan Pemuda Seluruh Indonesia
Penanganan Anak Terlantar Butuh Komitmen Yang Kuat Dari Semua Pihak dan Memerlukan Koordinasi Lintas Sektor
Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama Fondasi Utama Untuk Menjaga Persatuan Serta Keutuhan NKRI
Pengawas Ketenagakerjaan Wajib Memiliki Integritas, Profesional, dan Keberanian Menegakkan Hukum
Diskriminasi Gender Masih Sering Terjadi dalam Keluarga dan Masyarakat serta Ditempat Kerja
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Stunting dan Kekurangan Gizi Menjadi Tantangan Serius yang Harus Ditangani Bersama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:34 WIB

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Penguatan Tenaga Ahli Cagar Budaya Jadi Fondasi Pelestarian Warisan Budaya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Profesionalisme Tenaga Kesehatan, dan Keselamatan Pasien

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Lahirnya Sumpah Pemuda Menjadi Tonggak Utama Dalam Sejarah Pergerakan Pemuda Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

TNI

Danrem 023/KS Tinjau Pembangunan Jembatan Silakubuk

Senin, 26 Okt 2026 - 17:55 WIB