Warga Empang Minta Menghentikan Proyek Pembangunan Double Track Bogor – Sukabumi

- Redaktur

Jumat, 12 November 2021 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR | Sangkakala.tv –
Warga Empang meminta DPRD menghentikan proyek pembangunan double track Bogor – Sukabumi yang saat ini tengah dikerjakan.
Warga mengeluhkan karena terkena dampak dari pengerjaannya tersebut. (11/11/2021).

Hal ini disampaikan sejumlah perwakilan warga terdampak pembangunan double track saat mengadu ke DPRD Kota Bogor. Mereka adalah warga Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Perwakilan warga itu diterima langsung kedatangannya oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor.
Warga yang terdampak proyek double track Bogor – Sukabumi ini, mengaku mengalami kerugian materil dan moril, atas adanya bencana longsor yang terjadi pada September lalu.

Mengaku Rugi, Warga Terdampak Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Mengadu ke DPRD Andi Ahmad S pada hari Selasa, 09 November 2021 jam 13:38 WIB.

“Kejadian ini bukan yang pertama kali. Kami sudah beberapa kali memanggil kontraktor yang bermasalah. Ini akan menjadi perhatian khusus bagi saya sendiri dan DPRD Kota Bogor,” katanya.

Dadang pun memberikan pengertian kepada warga bahwasanya proyek double track ini merupakan milik pemerintah pusat. Sehingga ia tidak bisa serta merta menghentikan aktivitas pengerjaan yang dianggap membahayakan warga.

Namun, politisi PDI-Perjuangan ini mengaku akan berusaha semaksimal mungkin menyalurkan aspirasi warga kepada pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

“Tugas kami di DPRD adalah menampung aspirasi warga, dan kita akan coba menjembatani keluhan warga dan LBH dengan pihak PT KAI. Maka kami akan panggil secepatnya perusahaan yang mengerjakan disana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadang mengakui bahwa proyek pengerjaan double track Bogor – Sukabumi terkesan teledor. Sehingga ia akan membuat rekomendasi khusus agar tidak ada lagi korban atau kerugian yang diterima oleh warga sekitar lokasi proyek. Mengingat saat ini kondisi cuaca ekstrem mulai menghantui Kota Bogor.

“Kami akan meminta pihak kontraktor agar memperhatikan juga keselamatan warga. Intinya kami ingin pihak pekerja melakukan antisipasi dini agar tidak ada kejadian seperti ini lagi. Jangan sampai ada korban dulu baru dikerjakan,” jelasnya.

“Saya akan akomodir suara warga Sirnasari ini untuk kemudian kami tindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat wilayah. Tadi sudah dijawab oleh Lurah Empang bahwa akan diadakan rapat dalam waktu dekat, ” tutupnya. (Heri)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polemik Akses Pers di DPRD Humbahas, SPRI Taput Angkat Bicara
Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Ucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Utara ke-78
*Terima Kunker Spesifik Komisi VIII DPR-RI, Wagub Soroti Potensi Bencana di Sulteng*
Melalui Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi, Tercipta Tenaga Kerja yang Profesional dan Produktif
Keluarga Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan Manusia dan Bangsa
Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Soroti Kritik Aktivis terhadap Sidak Proyek Dispora
Meraih Prestasi, Merajut Persaudaraan: Olahraga Jadi Jembatan Persatuan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Perikanan di Balai Riset Sempur Kota Bogor
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:09 WIB

Polemik Akses Pers di DPRD Humbahas, SPRI Taput Angkat Bicara

Kamis, 16 April 2026 - 14:58 WIB

Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Ucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Utara ke-78

Jumat, 10 April 2026 - 14:27 WIB

*Terima Kunker Spesifik Komisi VIII DPR-RI, Wagub Soroti Potensi Bencana di Sulteng*

Kamis, 9 April 2026 - 21:29 WIB

Melalui Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi, Tercipta Tenaga Kerja yang Profesional dan Produktif

Selasa, 7 April 2026 - 05:29 WIB

Keluarga Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan Manusia dan Bangsa

Berita Terbaru