Deli Serdang | Sangkakala.tv – Bocah Perempuan SAA (8) warga penghuni panti asuhan Medan Sunggal diduga alami pelecehan seksual 3 hari berturut-turut mulai Kamis 9/12/2021 dan hingga hari Sabtu 11/12/2021.
AHS korban predator pelecehan seksual, saat ditemui Sangkakala.tv, menceritakan kejadian yang dialaminya ;
Awal kejadian Kamis 09/12/2021
dirinya disergap oleh 3 orang, satu diantara pelaku dikenal korban, sementara 2 lagi tidak dikenalnya karena memakai penutup wajah, ketiga pelaku menarik dirinya dan dengan cepat tangan kaki dipegang 2 pelaku dan dibopong seperti angkat binatang dan mulutnya juga dibekap, sebab korban teriak dan terus melakukan perlawanan.
Selanjutnya korban dibawa ke sebuah kamar, didalam kamar pun korban tetap melakukan perlawanan namun apalah daya bocah 8 tahun melawan 3 predator, hingga akhirnya para predator berhasil mencabuli dan mengobok kelamin korban.
Puas menjalankan aksinya para predator pun ancam korban
” jangan kasih tau sama siapapun nanti kucucuk kau lagi “.
Pelaku Predatorpun pergi tinggalkan korban begitu saja, namun para predator tak juga puas esok malamnya kejadian terulang dengan hal sama, tak juga puas esok malam juga masih diulang, peristiwanya sama juga di paksa dan diancam.
Menurut Korban A.H.S pelaku yang tak memakai topeng yang dikenalnya itu tinggal di panti asuhan yang sama. Dengan dirinya telah beberapa kali terlihat juga melakukan hal yang sama dengan anak perempuan lainnya penghuni panti.
Kemudian hari Senin 13 /12/2021 , PS (21) Tante korban belum berkeluarga yang tinggal di kisaran berkunjung ke panti berkisar pukul 21.00 Wib.
Tantenta kemudian bertemu dengan korban setelah sempat kesasar mencari alamat panti.
Di panti tersebut korban di titip bersama adiknya A H (5), Si tante melihat ada bercak-bercak hitam bekas luka diwajah keponakannya, Tantenya merasa tanda tanya.
Malam itu juga si Tante membawa 2 ponakannya berkisar pukul 24.00 Wib, setelah bersitegang dengan pengelolah panti.
Ditengah malam menjelang subuh tidak ada bus tujuan ke Kota Kisaran, si Tante dan 2 ponakannya terlunta-lunta menunggu di loket bus hingga Pukul 05 pagi, selasa 14/12.
Setelah tiba di Kota Kisaran si Tante merasa curiga, karena si korban pas buang air kecil merasa kesakitan.
Dengan sigap Tantenya segera memeriksa tubuh korban dan menanyai ke ponakannya, namun si korban tidak mau mengakui, apa sebabnya dia merasa sakit saat buang air kecil.
Tanpa pikir panjang keesokan harinya, si Tante pun langsung membawa si Korban ke klinik dekat rumahnya, pada hari Rabu 15/12/2021.
Setelah diperiksa kemaluan korban, oleh bidan terlihat lecet, infeksi dan tanda kelamin ada kemasukan sesuatu.
Hari itu juga si Tante menghubungi kedua orang tua korban yang jadi TKW di luar negeri, dan nenek korban adik dari ibu si Tante di Kota Rantau Prapat.
Selanjutnya si Nenek segera menyuruh si Tante ke Rantau Prapat, setibanya di Kota Rantau Prapat, Kamis 16/12/2021.
Si korban di tanyai lagi dan hari itu juga Si Nenek ,Tante, Korban dan adik korban langsung berangkat ke Lubuk Pakam minta pendampingan agar kasus ini segera dapat ditangani.
Pada hari Jum’at 17/12/2021 sekitar pukul 05 tiba di Kota LUBUK PAKAM, dan para keluarga korban meminta bantuan LBH Pemuda Karya Nasional, yang disambut hangat Ketua harian DPP PKN Arya Agustinus Purba, Dir LBH PKN Advokat Sunansya Aulia Rahman.
Selanjutnya tim LBH PKN yang berjumlah 6 Advokat tanpa pikir panjang, setelah meminta informasi yang cukup, langsung berangkat ke Polda Sumatera Utara langsung ke SPKT.
Pukul 14.00 Wib Petugas SPKT mengarahkan laporan ke Renata dan diantar langsung petugas SPKT ke ruangan yang dimaksud, dan Laporan Pengaduan telah di lakukan.
Keluarga berharap kasus ini dapat segera di tangani dengan cepat, jangan sampai ada lagi korban yang lain.
(Harry’S)








