KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Advertorial :
Koperasi yang berbasiskan simpan pinjam, biasa dijadikan contoh sukses di negara ini. Sementara koperasi di negara maju memiliki basis produksi atau usaha produktif, dimana ada multiplier effect yang nantinya dirasakan oleh masyarakat sekitarnya.
Saat ini koperasi simpan pinjam masih sangat mendominasi, karena mereka sudah berperan di dalam kehidupan masyarakat.
Irpan Haeroni Anggota Komisi ll DPRD Provinsi Jawa Barat, mengatakan ; pemerintah daerah perlu melakukan pembinaan lebih intensif terhadap potensi-potensi koperasi yang bisa dijadikan unggulan. Khususnya koperasi yang terkait dengan sektor-sektor produksi, Kamis 30/06/2022.
Di samping itu, politisi Partai Gerindra ini menegaskan, koperasi sebagai pilar perekonomian, pasalnya saat krisis ekonomi sekalipun, koperasi mampu bertahan.
Namun amat disayangkan bahwa sampai saat ini belum ada komitmen dalam bentuk keberpihakan politik anggaran,” tandas politisi dapil Kabupaten Bekasi ini.
Kendati komitmen tersebut belum diwujudkan dalam bentuk keberpihakan Pemprov Jawa Barat kepada koperasi, yang perlu komitmen memberikan alokasi dana untuk koperasi ke depan.
Selanjutnya politisi Gerindra menyatakan, pentingnya pendidikan dan pelatihan (diklat) Pendidikan Perkoperasian untuk anggota Koperasi. Tujuan diklat ini untuk meningkatkan pemahaman para anggota tentang Koperasi.
Tambah Irpan, Pendidikan Perkoperasian, merupakan salah satu upaya pengembangan koperasi, dalam rangka untuk mensejahterakan anggota Koperasi. Ia menilai, tujuan diklat ini sangat mulia, sehingga patut untuk didukung bersama.
” Mari dorong koperasi kita tumbuh dan berkembang menjadi entitas usaha yang besar. ”
Program seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi Koperasi itu sendiri, tetapi juga untuk anggota dan pengurus. Diharapkan pemahaman antara anggota dan pengurus menjadi sejalan. Jika pemahaman sudah sejalan, Koperasi akan berjalan lebih lancar,”lugas Irpan.
(R.001)








