KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Advertorial :
Irpan Haeroni Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Persatuan Dapil Kabupaten Bekasi, laksanakan Reses di Pondok Pesantren Ismul Azhom Karangbahagia Kabupaten Bekasi, Rabu 06/07/2022.
Pendidikan non-formal berbasis agama Islam biasanya lebih diminati oleh masyarakat daerah, banyak orangtua dan anak-anak di kota besar yang berminat menempuh pendidikan di pesantren.
Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Ismul A’zhom berlokasi di Kampung Pule RT 002 RW 003, Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.
Yayasan Pondok Pesantren Ismul A’zhom Darul Ikhlas Pule Madani Pimpinan H. Nasim Surahman, M.Pd.I, dengan Visi ;
” Islam berwawasan luas, mandiri berprestasi interfreuner serta berakhlak mulia.”

Irpan Haeroni Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Jawa Barat, saat kunjungan resesnya mengatakan ; Kunjungan reses di
Yayasan Pondok Pesantren Ismul A’zhom Darul Ikhlas Pule Madani, untuk sosialisasi Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2021.
Gubernur Provinsi Jawa Barat telah memprogramkan “One Pesantren One Product” (OPOP), untuk mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi.
“Program One Pesantren One Product (OPOP) bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan Pondok Pesantren itu sendiri, agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis dari Pemprov Jabar bersama Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat.
Kemudian Irpan Politisi Partai Gerindra, menegaskan bahwa Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Barat Tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, Perda Provinsi Pertama yang ada di seluruh Indonesia, “tegas Irpan.

Masih lanjut Irpan Haeroni, adapun target OPOP Pesantren memiliki visi dan niat untuk menjalankan usaha, memiliki SDM, memiliki lahan, ketersediaan bahan baku, potensi pasar dan lain-lain.
Adapun tujuan OPOP, untuk membangun kemandirian pesantren melalui pemberdayaan ekonomi dengan cara membantu pesantren dalam memilih komoditi yang laku di pasar, memberi pelatihan dan pendampingan.
Saat ini jumlah pesantren yang mengikuti program OPOP, telah mencapai ribuan Pesantren di Provinsi Jawa Barat, ungkap Irpan pada Sangkakala 7.
(R.001)








