KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv
Advertorial :
Irpan Khaeroni Komisi ll DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bekasi tumbuh berkembang pesat di sektor industri dan properti perumahan sangat kuat. Perlu diketahui Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi menjadikan Surganya Investasi.
Apa dampak sektor Industri dan Properti Perumahan terhadap Sektor Pertanian ?
Kenyataannya didepan mata, bahwa kawasan lahan pertanian tergerus oleh sektor Kawasan Industri dan kawasan perumahan.
Hal ini jelas terlihat di belahan wilayah Selatan, Barat dan Timur, lahan pertanian telah tergusur dan di belahan Utara Kabupaten Bekasi saat ini berkembang pesat Perumahan dan Pergudangan.
Berdasarkan Perpers Nom 54 Tahun 2008, tentang tata ruang JABOTABEK PUNJUR, bahwa lahan abadi pertanian Kabupaten Bekasi tidak boleh kurang 52.000 hektar, tetapi kemudian bergeser bahwa lahan pertanian Kabupaten Bekasi Existing tinggal 47.000 hektar.
Sementara di dalam Perda Nom 12 tahun 2011 tentang tata ruang wilayah Kabupaten Bekasi 2011-2031 tentang LP 20 tahun LP 2B Lahan pertanian pangan berkelanjutan disisakan tinggal 35.244 hektar.
Sangat luar biasa, berdasarkan Perda LP 2B di 12 kecamatan rata-rata di wilayah Utara bagian tengah–bagian timur Sukatani, Sukakarya, Kedung Waringin Cabangbungin, Pebayuran termasuk Cikarang Timur itu, adalah wilayah-wilayah LP2B 35.244 hektar.
Alokasi lahan Hortikultura luasnya 2.417 hektar. Untuk Perkebunan alokasi 710 hektar, Perikanan hanya 128 Hektar.
Berdasarkan data, bahwa Luas Kabupaten Bekasi hampir 1.247 Kilo Meter, panjang pantai 72 km dan Kolam Tambak Bekasi 12.000 hektar
Berapa anggaran APBD untuk Pertanian ?
Berdasarkan data Tahun 2021 APBD Kabupaten Bekasi menganggarkan sektor pertanian hanya 20 Miliyar dan tahun 2022 anggaran sektor pertanian Rp 25 Miliyar.
Irpan Haeroni politisi Partai Gerindra, meminta pemerintah Provinsi Jawa Barat agar memberikan perhatian serius dan memberikan bantuan kebutuhan pertanian di Kabupaten Bekasi untuk mempertahankan lahan pertanian dan ketahanan pangan.
(R-001)








