Usut Penebangan Hutan di Desa Sihastoruan Kecamatan Tarabintang

- Redaktur

Jumat, 26 Januari 2024 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbahas, Sumut || Sangkakala7.
Dikecamatan Tarabintang; beberapa bulan terakhir terjadi penebangan hutan besar-besaran, letak lokasi penebangan kayu di Wilayah Desa Sihastoruan Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kejadian ini nyata dan terbuka dihadapan masyarakat dan diperkirakan sudah berjalan hampir satu tahun.

Di langsir dari hasil temuan reporter kliktv7.com dilapangan (Rabu, 24/01/2024), serta keterangan dari warga sekitar, bahwa penebangan hutan secara besar-besaran ini sudah berjalan satu tahun, dan di duga hutan menjadi gundul sudah terjadi dibeberapa titik lokasi.

Menurut beberapa warga, resiko atau dampak yang ditimbulkan akan terjadi kekeringan air sawah warga dan terjadi longsor.

Dan menurut informasi bahkan direncanakan ada wilayah baru yang akan digundulkan dengan alasan pembukaan lahan tetapi nyatanya penggundulan lahan.

Hasil penggundulan nyatanya menjadi illegal logging untuk menguntungkan beberapa pihak,dan di duga ada oknum pejabat yang terstruktur membekingi kegiatan tersebut.
Karena hingga berita ini dimuat tak ada penghalangan yang terjadi dalam pengiriman kayu dari hasil illegal logging tersebut ke pabrik.

Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, bahwa dirinya merasa khawatir jika kondisi ini tidak dihentikan segara.

Sebab sudah berton-ton hasil hutan kayu dikirim dengan menggunakan truk besar berkali-kali. Bahkan kadang beberapa truk bermuatan kayu besar -besar berangkat pada malam hari dan kadang siang hari,” jelasnya.

“Kami tak punya daya, hanya bisa melihat dan mengeram dihati. Karena kami hawatir terjadinya pengeringan pada air sawah yang kami kelola saat ini,”ujarnya.
“Dan yang pasti, penebangan liar ini terjadi dibeberapa titik hutan dengan skala besar,” tegasnya.

Ketika di konfirmasi ke beberapa para anak rantau selaku putra daerah merasa keberatan atas penebangan liar yang kini sudah terjadi, karena ia menghawatirkan akan terjadi longsor dan menghawatirkan kehabisan stok air untuk pengguna pesawahan.

“Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka menjadi persoalan baru di wilayah Tarabintang,” kata mereka.

“Pemangku kebijakan di Kecamatan Tarabintang dan Kepala Desa Sihastoruan kiranya ambil tindakan bersama-sama dengan tokoh adat untuk melakukan pelarangan terhadap tindakan haram tersebut,” harapnya.

Dari pengakuan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa ada kesepakatan perkumpulan warga Tarabintang untuk tidak akan melaksanakan perambahan hutan demi menjaga kelestarian hutan dan pemenuhan kebutuhan air sawah.

Beberapa warga merasa ada yang janggal atas kondisi tersebut, karena warga merasa terlalu kuat yang melakukan bekingan terhadap kegiatan penebangan liar tersebut.

Beberapa anak rantau bersedia memberikan dukungan moril untuk penghentian kegiatan haram tersebut guna keberlangsungan kehidupan masyarakat Tarabintang.

“Jika hal ini dibiarkan, maka akan terjadi protes besar,oleh sebab itu, pihak berwenang agar melakukan tindakan tegas terhadap pelaggaran undang-undang yang terjadi di Wilayah Kecamatan Tarabintang,” jelasnya.

(KB-061/Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi
Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik
Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik
SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI
Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Satresnarkoba Humbahas Tangkap Kurir Ganja 72,20 Gram dari Sidikalang, Pemesan Masuk DPO
Kejari Humbahas Tetapkan Kades Nagasaribu II Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp325,9 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:31 WIB

Sempat Melarikan Diri, Terduga Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi

Kamis, 10 September 2026 - 20:48 WIB

Bangunan Pariwisata Terpadu Tambunan Lumban Pea Diduga Mangkrak, Puluhan Miliar Jadi Sorotan Publik

Kamis, 3 September 2026 - 06:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Momentum Mengembalikan Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 10:30 WIB

SAT RESKRIM POLRES HUMBAHAS TANGKAP EMPAT RAYAP BESI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Polres Labuhanbatu Ringkus Seorang Pria Bawa 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi di Rantau Prapat

Berita Terbaru

Pemerintahan

BRIN Gali Visi Masa Depan Danau Toba Melalui Workshop Future Design

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB