Tekanan Ekonomi Masih Faktor Utama Perceraian di Kota Bogor 2025

- Redaktur

Selasa, 30 Desember 2025 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
‎
Sepanjang tahun 2025 hingga akhir Desember, fenomena tingginya angka perceraian di Kota Bogor kembali menjadi sorotan publik. Meskipun data resmi lengkap dari Pengadilan Agama (PA) Kota Bogor masih dalam proses pengolahan, berbagai indikator menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tetap menjadi salah satu pemicu utama keretakan rumah tangga yang berujung pada perceraian. Senin, 29/12/2025.
‎
‎Lonjakan Angka Perceraian di Kota Bogor data sementara dari Pengadilan Agama Bogor Kelas 1A yang tercatat melalui sistem perkara (SIPP) menunjukkan bahwa sepanjang 2025, ratusan hingga ribuan pasangan suami istri telah mengajukan permohonan perceraian di kota ini. Catatan statistik perkara yang dipublikasikan menampilkan berbagai putusan cerai dari bulan ke bulan hingga Desember 2025.
‎
‎Sebelumnya juga melaporkan bahwa angka perceraian di Kota Bogor telah melampaui angka seribu pasangan hanya dalam setengah tahun berjalan, menandakan tren yang meningkat dibanding periode sebelumnya.
‎
‎Tekanan ekonomi sebagai faktor utama,  sejumlah analisis para pihak terkait, termasuk tenaga administrasi dan petugas di Pengadilan Agama, menyatakan bahwa masalah ekonomi menjadi salah satu penyebab yang sering muncul dalam proses perceraian. Konflik rumah tangga yang berakar dari kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, utang konsumtif, hingga kehilangan pekerjaan kerap memicu pertengkaran berkepanjangan dan akhirnya jalan perceraian.
‎
‎Menurut keterangan Panitera muda Permohonan PA Bogor, selain masalah sosial lain seperti kebiasaan mabuk dan hobi judi online yang memperburuk konflik, tekanan ekonomi sering kali menjadi alasan yang mendasari perselisihan yang tak kunjung usai antara pasangan.
‎
‎Fenomena yang sama juga terlihat di wilayah lain di Jawa Barat, di mana tekanan ekonomi disebut sebagai faktor dominan kasus perceraian oleh berbagai Pengadilan Agama lain di daerah seperti Bekasi dan Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan ekonomi rumah tangga bukan hanya isu lokal Bogor, tetapi juga fenomena regional yang memengaruhi struktur keluarga secara lebih luas.
‎
‎Para hakim dan mediator rumah tangga di PA Bogor menekankan pentingnya upaya mediasi dan bimbingan keluarga sebagai langkah preventif sebelum pasangan akhirnya memutuskan perceraian. Dengan beban ekonomi yang diperkirakan masih akan menjadi tekanan signifikan di tahun-tahun mendatang, keterlibatan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, lembaga agama, dan komunitas sosial dinilai krusial untuk menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru