Pelaku Usaha Tramadol Ilegal di Dekat Stasiun Cilebut Diduga Intimidasi dan Ancam Wartawan

- Redaktur

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Seorang wartawan diduga mengalami intimidasi dan ancaman tidak pantas saat menjalankan tugas jurnalistik terkait dugaan peredaran obat golongan keras ilegal di wilayah Kabupaten Bogor. Minggu, 25/01/2026.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan seorang pelaku usaha yang disebut-sebut sebagai bos besar peredaran obat golongan keras jenis Tramadol. Lokasi penjualan obat tersebut diduga berada di sekitar kawasan dekat Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor, area yang cukup ramai dan mudah diakses masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat wartawan berupaya melakukan peliputan dan konfirmasi, pelaku usaha tersebut diduga melontarkan kata-kata bernada ancaman dengan ucapan “kita perang”. Ucapan tersebut dinilai mengarah pada upaya intimidasi dan menghambat kerja jurnalistik.

Tindakan ini menuai keprihatinan, mengingat kebebasan pers merupakan bagian dari hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Segala bentuk ancaman terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum dan demokrasi.

Selain dugaan intimidasi, kasus ini juga kembali menyoroti maraknya peredaran Tramadol, obat golongan keras yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Peredaran bebas obat ini dinilai sangat membahayakan kesehatan masyarakat dan berpotensi disalahgunakan, terutama oleh kalangan remaja.

Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum serta instansi terkait, seperti Kepolisian dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk segera melakukan penyelidikan, penindakan, serta penutupan jalur distribusi obat ilegal tersebut.

Masyarakat mempertanyakan, bagaimana nasib generasi mendatang jika obat golongan keras seperti Tramadol masih bebas diperjualbelikan? Dan sampai kapan praktik ilegal ini dibiarkan berlangsung tanpa tindakan tegas?

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak agar peredaran obat terlarang dapat dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan masyarakat serta kebebasan pers tetap terlindungi.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Kapolsek VII Koto Ilir Turun ke Lokasi Dugaan PETI, Tak Ditemukan Aktivitas Saat Sungai Surut
Sidang Praperadilan Luis, Saksi Ahli: Tindak Pidana TNI Wajib Diproses Penyidik Polri
Pondok Sarang Narkoba Digerebek, Polisi Ringkus Pengedar Sabu dan Ganja
Persempit Ruang Gerak Narkoba, Polres Humbahas Gelar Operasi Sarang Narkoba
Polisi Tangkap Pencuri Pintu Masjid di Sibolga
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Kapolsek VII Koto Ilir Turun ke Lokasi Dugaan PETI, Tak Ditemukan Aktivitas Saat Sungai Surut

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Sidang Praperadilan Luis, Saksi Ahli: Tindak Pidana TNI Wajib Diproses Penyidik Polri

Berita Terbaru

Parlemen

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:34 WIB