Ket foto : Ketua DPC ProJamin Mangudut Hutagalung, dan salah satu mobil yang diduga pengerit BBM.
Tapteng, Sumut || Sangkakala7.tv
Disebut-sebut, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 16.226.018, Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diperiksa pihak Pertamina.
“Katanya pihak SPBU diperiksa gara-gara pemberitaan mobil yang mengisi BBM berulang-ulang,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, Kamis (16/5/2024).
Dirinya juga menyebutkan, akibat pemberitaan tersebut pihak pengelola SPBU meradang, hingga menugaskan sejumlah oknum mencari tau siapa jurnalis yang memberitakan mobil pengerit BBM tersebut.
“Ada yang disuruh pihak SPBU untuk mencari keberadaan wartawan itu. Katanya siapa yang naikkan berita itu, apa hebatnya dia itu,” ucap pria paruh baya itu menirukan kalimat oknum suruhan SPBU.
Sementara itu, Ketua DPC Profesional Mitra Negara (ProJamin), Kabupaten Tapanuli Tengah, Mangudut Hutagalung, yang diminta tanggapannya terkait maraknya mobil pengerit BBM, menanggapi dengan senyuman. Ia mengaku miris dengan Aparat Penegak Hukum (APH) yang seolah-olah tutup mata dengan kegiatan ilegal itu.
“Kita sudah paham itu, paling juga pembinaan. Kalau untuk ke ranah hukum, sangat kecil kemungkinan. Makanya masyarakat malas melaporkan. Sebagian pelaku penimbunan minyak ini kan diduga oknum berseragam. Enggak mungkin jeruk makan jeruk,” ujar Mangudut.
Dirinya meyakini, aksi penimbunan BBM tersebut akan redup sementara waktu, karena sudah viral. Namun untuk berhenti, Mangudut sangat pesimis. Pasalnya, disamping aparat penegak hukum yang seolah-olah tutup mata, hukuman kepada pengelola SPBU juga terkesan hanya sebatas pembinaan.
“Mungkin untuk minggu-minggu ini akan berkurang. Apalagi Kapoldasu akan berkunjung ke Tapteng dan Sibolga,” tutupnya.
(ZATAM)







