Kasus Pengeroyokan Karyawan PT SAE, Korban Diancam Lewat Pesan WhatsApp

- Redaktur

Jumat, 23 Agustus 2024 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Ngolu Panjaitan bersama korban lain usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan beberapa waktu lalu. (Sangkakala 7/Dzulfadli Tambunan)

Padangsidimpuan, Sumut || Sangkakala 7
Kasus pengeroyokan terhadap karyawan PT Sinar Avanoska Emas (SAE), menghadirkan trauma mendalam bagi korban.
Pasalnya, korban yang dikeroyok seratusan orang ini tidak hanya dengan tangan kosong. Para pelaku memakai kayu untuk memukuli para korban.

Salah satunya, Ngolu Panjaitan. Selain mendapat penganiayaan, Humas PT SAE ini mendapatkan teror pasca terjadinya pengeroyokan. Ngolu menerima teror dari seseorang pria berinsial AS melalui pesan WhatsApp, dimana sebelumnya ia tidak merespon panggilan selluler dari AS.

“Saya ditelepon, namun saya tidak merespon. Sesudah itu AS mengirim pesan WhatsApp dengan kalimat ancaman ‘Pature hianma peti mati mu, buj*** mu (Siapkan peti mati mu),” ujarnya, sembari menunjukkan screenshot bukti pesan, Kamis (22/8/2024).

Dikesempatan itu, Ngolu Panjaitan meminta pihak kepolisian dan pengadilan bertindak tegas terhadap para pelaku. Ia berharap ancaman dan intimidasi yang ia alami dapat diusut tuntas, dan pelakunya diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinar Avanoska Emas (SAE), meminta agar para aktor intelektual yang diduga sebagai dalang kerusuhan, termasuk AS dan ESS, segera ditahan dan dihukum seberat-beratnya. Ia juga berharap, pengadilan akan memberikan keadilan kepada korban pengeroyokan.

“Kasus ini telah menjadi perhatian publik, karena melibatkan nama-nama besar yang diduga menjadi aktor intelektual pengeroyokan tersebut,” sebutnya.

Ia menambahkan, agar Majelis Hakim tidak terpengaruh oleh intervensi dari pihak manapun, sehingga keadilan dapat ditegakkan. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan, untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.

Jurnalis : Dzulfadli Tambunan
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:11 WIB