Labura, Sumut || Sangkakala 7
Di duga akibat terpacu provokasi oleh oknum petugas PT. Agrinas Palma Nusantara atau APN Regional Satu Sumut, Desa Suka Ramai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, saat dialog damai, puluhan anggota Koperasi Produsen Permata Gambut Jaya atau KPPGJ, Desa Rawa Sari Kabupaten Asahan dianiya, yang mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka.
Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pengawas dan petugas keamanan dari PT. APN (3/03/2026), dipicu dari sengketa tapal batas antara objek hukum yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan RI Tahun 2021 lalu kepada KPPGJ tumpang tindih dengan lokasi lahan eks HGU PT. Grahadura Leidong Prima yang disita oleh Satgas PKH dan saat ini dalam pengawasan PT. APN sudah terjadi ke empat kalinya.
Akibat penganiayaan puluhan anggota koperasi mengalami luka-luka, penganiyaan ini berawal dari puluhan anggota kelompok KPPGJ menuju lokasi posko kementerian kehutanan yang di bangun oleh KPPGJ yang telah di rubuhkan oleh oknum petugas PT. APN.

Andi, salah seorang anggota KPPGJ korban penganiayaan menjelaskan (5/03), sekitar beberapa ratus meter sebelum tiba di posko mendapat hambatan diduga jalan yang dilalui kelompok koperasi ditaburi jebakan paku payung, akibatnya sejumlah ban sepeda motor bocor, kemudian dengan masing-masing bersenjatakan potongan kayu, puluhan petugas dan pekerja dari PT. APN mendatangi kelompok koperasi, namun disaat humas dan kordinator koperasi saat berdialog terkait legalitas masing-masing kelompok, secara tiba-tiba salah satu oknum pengawas mencoba melakukan provokasi disaat dialog berlangsung, dan secara tiba-tiba terdengar suara ledakan petasan dan sekitar seratusan orang keluar dari semak belukar dan langsung menyerang puluhan anggota kelompok koperasi.
Aksi brutal pekerja dari PT. APN tidak hanya melakukan penganiayaan juga melakukan perampasan Hendphone milik anggota Koperasi saat merekam peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung.

Akibat tindakkan bar-bar seratusan petugas pengawas, keamanan dan pekerja PT. APN, puluhan anggota koperasi mengalami luka-luka dan kehilangan Handphon milik mereka, akibat perbuatan oknum pekerja PT. APN, dalam waktu dekat beliau akan melaporkan penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian, kata korban sambil menahankan sakit pada bagian rusuk kirinya yang mengalami luka patah tulang rusuk.
Namun saat jurnalis mencoba konfirmasi petugas pengawas pemicu terjadinya penganiayaan, namun Humas PT. APN tidak bersedia dengan alasan sedang mengikuti rapat zoom dengan pimpinan pusat (6/03/2026).
Penulis : KB-070
Editor : Priyatna








