Adikarya Parlemen :
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Irpan Haeroni. SM.
Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Perbedaan agama bukan menjadi masalah yang serius dalam lingkup negara Bhinneka Tunggal Ika.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat IX dari Fraksi Gerindra, H. Irpan Haeroni. SM menegaskan, bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan serta mencari kebenaran bersama dalam kehidupan berbangsa. Sikap toleransi dapat dicermati dengan memberikan ruang aman bagi orang dengan keyakinan berbeda.
“Keyakinan dalam beragama itu terlindungi oleh konstitusi. Maka negara menjamin setiap masing-masing untuk beribadah dengan aman dan setiap orang tidak boleh mengganggu proses ibadah masing-masing agama, tegas di rumah kediamannya, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Irpan mengajak masyarakat kembali menilik nilai dan makna toleransi. Toleransi bermakna sebagai sikap untuk saling menghargai dan memberikan ruang yang sama bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Ia juga menekankan sikap toleransi dapat dicermati dengan saling menghargai, menghormati, dan menerima segala bentuk perbedaan di antara manusia, baik dari segi suku, agama, ras, budaya, pandangan hidup, maupun pendapat pribadi.
Sikap toleransi dapat dicermati dengan memberikan ruang aman bagi orang dengan keyakinan berbeda.
“Keyakinan dalam beragama itu terlindungi oleh konstitusi. Maka negara menjamin setiap masing-masing untuk beribadah dengan aman dan setiap orang tidak boleh mengganggu proses ibadah masing-masing agama tersebut,”tuturnya.
Politisi dari Partai Gerindra Irpan Haeroni menegaskan, bahwa Bangsa Indonesia telah menerima perbedaan-perbedaan yang mengakar sejak dahulu. Faktor keberagaman yang melekat menjadikan masyarakat terbiasa hidup berdampingan dengan damai.
“Negara Indonesia berbeda dengan negara-negara di Eropa. Masyarakat Indonesia secara alamiah tumbuh dan besar dalam perbedaan-perbedaan yang ada,”lugasnya.
Ia juga menyoroti adanya anasir-anasir yang mengganggu di lingkup masyarakat, namun nilainya tidak cukup besar untuk merusak pola tradisi rukun ini. Terlebih, Indonesia merupakan negara berbangsa yang secara sah mengakui perbedaan-perbedaan suku, budaya, agama, tingkat ekonomi, usia, hingga pandangan politik.
Irpan Haeroni berpesan kepada generasi muda untuk melestarikan tradisi toleransi. Menurutnya, generasi muda seperti Gen-Z harus sering menyelenggarakan kegiatan yang menunjukkan kebersamaan lintas iman.
“Generasi muda harus siap untuk hidup dalam ruang-ruang perbedaan. Biasakan diri untuk terlibat dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat heterogenitas. ”
Langkah ini penting untuk memperluas cakrawala berpikir, meningkatkan empati, dan membangun keterampilan sosial yang kuat, tutupnya.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna










