Kabupaten Toba, Sumut || Sangkakala 7
Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, memimpin kegiatan Reses Masa Sidang Ketiga DPRD Kabupaten Toba Daerah Pemilihan (Dapil) I Balige–Tampahan di Kantor Camat Balige, Jumat (6/11/2026).
Reses tersebut menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghimpun berbagai kebutuhan pembangunan yang diharapkan dapat diperjuangkan dalam penyusunan program dan anggaran daerah tahun berikutnya.
Dalam arahannya, Franshendrik Tambunan mengingatkan perangkat daerah agar mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersedia di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghilangkan perhatian terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Toba.
Ia secara khusus menyoroti sektor pertanian dan pariwisata, termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata yang dinilai penting untuk mendukung pengembangan potensi daerah.
“Kita fokus ke pertanian dan pariwisata. Termasuk bagaimana akses jalan menuju tempat-tempat wisata di Kabupaten Toba dapat semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Toba dari Dapil I, Patuan Pardede, menegaskan kesiapan anggota dewan untuk menampung aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan kepala desa, lurah maupun melalui perangkat daerah terkait.

“Kami siap menyerap aspirasi dari masyarakat, kepala desa, lurah maupun melalui dinas tentunya sebagai eksekutor.
Kami berharap usulan-usulan dari Bapak/Ibu sekalian dapat kita realisasikan pada tahun anggaran 2027 nanti,” ungkapnya.
Namun, aspirasi pembangunan tidak hanya menyangkut kebutuhan masyarakat di desa dan kelurahan.
Fasilitas pelayanan pemerintahan juga menjadi perhatian.
Camat Balige, Partogi Tambunan, dalam kesempatan tersebut berharap anggota DPRD turut memperjuangkan peningkatan fasilitas Kantor Camat Balige.
Salah satu kebutuhan yang disorot adalah perluasan aula kantor yang dinilai belum memadai untuk menampung berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
“Kalau tidak keseluruhan, minimal aula kantor ini bisa diperbesar, melihat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di sini,” harapnya.
Partogi juga mengingatkan bahwa reses tidak seharusnya berhenti sebagai agenda formalitas.

Kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari pelaksanaan fungsi DPRD, khususnya pengawasan dan penganggaran, sehingga aspirasi yang dihimpun perlu dikawal dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan sekadar menghimpun usulan masyarakat, melainkan memastikan aspirasi tersebut mendapat tindak lanjut sesuai skala prioritas, kemampuan keuangan daerah, dan kebutuhan nyata masyarakat.
Turut hadir anggota DPRD Toba Dapil I Mangapul Siahaan dan Marnasip Tampubolon, serta perangkat desa, kepala desa, dan lurah se-Kecamatan Balige.
Penulis : Ramli Hutapea
Editor : Priyatna










