Korwil Muara (BS) Bantah Tuduhan Lakukan Penganiayaan Terhadap Siswa SMAN 1 Pagaran

- Redaktur

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : Korwil SD, SMP Muara (BS) korban dugaan Penganiayaan AH dan Bapaknya (Kamis, 2 Mei 2024).

TAPANULI UTARA || Sangkakala7.tv
Korwil Pendidikan SMP, SD, Kecamatan Muara (BS) bantah tuduhan lakukan penganiayaan seperti yang diberita dua media onelane, IGN, 17 Mei 2024, dan PK terbitan pada Selasa 21 Mei 2024.

“Korwil Muara (BS) membantah tuduhan melakukan penganiayaan yang diberitakan di Media tersebut.”

“Saya dengar kabar bahwa saya diberitakan melakukan penganiayaan terhadap Agus Hutasoit Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pagaran dengan tuduhan melakukan kekerasan,” katanya dalam keterangan tertulis di Media tersebut, Kamis 2 Mei 2024 yang lalu.

Dia (BS 58) Korwil Muara menegaskan, bahwa dirinya melakukan kekerasan, menendang, mencakar itu tidak benar dan menyebarkan berita bohong kepada masyarakat.

“Kekerasan apa yg saya lakukan sementara saya pernah diklarifikasi oknum Wartawan GL tentang kejadian, saya menjawab tanya saja ke Polres karena sudah saya laporkan, pada hal yang sebenarnya oknum siswa (AH) dan bapaknyalah yang melakukan kekerasan perlakuan terhadap saya” katanya menegaskan, Kamis 23 Mei 2024, sebutnya.

BS, Korwil Muara satu Desa dengan AH bertempat tinggal di Desa Doloksaribu, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara menceritakan pada Sangkakala 7 terkait pemberitaan di dua Media Online berjudul Oknum Korwil SD, SMP Muara diberitakan aniaya Agus Hutasoit Siswi SMA Negeri 1 Pagaran Kelas XI, dengan menendang dan mencakar, pada hari Kamis, 2 Mei 2024, pukul 17.50 itu tidak benar.

BS menceritakan pada Sangkakala 7 di Desa Doloksaribu, “Sebenarnya saya yang menjadi korban di aniaya (sudah visum)”, pada hari Kamis 2 Mei 2024 Jam 17.50 Wib saya mendampingi istri ke SMAN 1 Pagaran untuk melakukan absensi dan tugas lain, ketika kami masuk ke lokasi, gerbang sekolah masih keadaan terbuka, namun setelah kami masuk orang tua Agus Hutasoit berteriak sambil berlari menuju gerbang, kepada anaknya memerintahkan untuk mengunci gerbang sekolah.

Lalu saya meminta untuk tidak mengunci gerbang menunggu selesai absensi dan kami keluar, tetapi Agus menjawab tidak bisa ini perintah Kepala sekolah, saya mengulangi meminta ijin jangan digembok dulu sambil menahan pintu gerbang sekolah tersebut, Agus dengan sekuat tenaga memaksa menutup gerbang yang terbuat dari besi berat sampai jari tangan saya terjepit, ujarnya.

BS menambahkan setelah itu saya marah pada Agus dengan kata dang maradat hamu atau tidak beradat kamu dengan suara kerasku sambil menahan sakitnya jari tanganku yang sempat dijepit pintu gerbang sekolah.

Akhirnya terjadi saling dorong pintu dan cekcok adu mulut, Agus bersama Bapaknya sama-sama melontarkan kata-kata hinaan/ancaman dan meninju mulut saya, mengakibatkan pendarahan akibat luka robek, dan selanjutnya Agus dan bapaknya semakin beringas memukul sesekali dan mendorong-dorong saya sampai terjatuh, jadi yang jelas saya tidak ada menendang, mencakar, Agus Hutasoit, ujarnya.

BS menambahkan, berkat dorongan emosi saya dan istri mengajukan laporan polisi atas perbuatan tidak menyenangkan yang diterimanya dan melaporkan ke polisi atas penganiayaan yang saya alami, jadi berita dua Media online tersebut hoaks, dan menyebarkan informasi sesat kepada publik.

Menyikapi permasalahan ini, Sangkakala 7 menghubungi Kepala SMAN 1 Pagaran Carles Siregar terkait ucapan Agus yang mengatakan ini perintah kepala sekolah, menegaskan ; saya tidak pernah melarang orang yang berkepentingan masuk kekomplek sekolah, apalagi Guru tenaga pendidik untuk melakukan absensi dan tugas lainnya, kecuali tahap proses belajar mengajar berlangsung, itu pun hanya sifat pendisplinan siswa agar tidak sembarangan keluar masuk, ucapnya.

Oknum Wartawan GL yang memberitakan di Media Oneline PK mengatakan lewat telepon genggamnya, terkait pemberitaan Korwil SD, SMP Muara BS di duga anaya Siswa SMAN 1 Pagaran, berdasarkan informasi Agus Hutasoit didampingi saudaranya menceritakan, selanjutnya saya menghubungi Korwil BS lewat telepon genggamnya, “tanya saja ke Polres karena masalah ini sudah saya lapor ke Polisi”, ujarnya.

GL mengaku tidak berhasil menghubungi Polres Taput, guna menindaklanjuti ucapan Korwil (BS), tutupnya.

(Tohap Simaremare)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja
Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif
Polres Toba Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Pengedar Sabu Ditangkap
Keberangkatan Wabup Humbahas ke Selandia Baru Lebih Awal Sebelum Masa Cuti Berlaku, Dipicu Kondisi Force Majeure ?
Simpan Sabu Didalam Korek Api, WP Warga Desa Somare Ditangkap Polisi
Polres Toba Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Gram di Porsea, Seorang Pria Diamankan
KAOP KONTRAS Sumut Adinda Zahra, Meminta Seluruh Pelaku Termasuk yang Berasal Dari Unsur Militer Diadili Melalui Peradilan Umum
Tindaklanjuti Laporan Warga, Polres Tapteng Bekuk Pria Pemilik 7 Paket Sabu 
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja

Senin, 20 Juli 2026 - 12:31 WIB

Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:28 WIB

Polres Toba Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Pengedar Sabu Ditangkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:50 WIB

Keberangkatan Wabup Humbahas ke Selandia Baru Lebih Awal Sebelum Masa Cuti Berlaku, Dipicu Kondisi Force Majeure ?

Senin, 6 Juli 2026 - 15:34 WIB

Simpan Sabu Didalam Korek Api, WP Warga Desa Somare Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Tapteng Salurkan Bantuan untuk Warga Penyandang Disabilitas

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:27 WIB