Agar Agunan Kembali, KCP BSI Sipirok Diduga Minta Sejumlah Uang Kepada Debitur

- Redaktur

Selasa, 20 Agustus 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Photo : Debitur Bank Syariah Indonesia KCP Sipirok, Nurlinde Siregar. (Sangkakala 7/Dzulfadli Tambunan)

TAPSEL, SUMUT || Sangkakala 7
Seorang Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) komplain. Pasalnya, walau kredit sudah lunas, namun agunan berupa SK Pensiunan janda belum juga dikembalikan. Hal tersebut dialami Nurlinde Siregar (63), warga Desa WEK IV Batangtoru, Tapsel.

Menurutnya, cicilan utang atas nama suaminya (alm Rusli), sudah lunas sejak Juni 2024. Bahkan, gaji pensiunan janda yang sebelum ia terima dari BSI KCP Sipirok, untuk bulan Agustus 2024 telah ia terima dari Taspen Kota Sibolga. Artinya, pengajuan permohonan pemindahan bank penerima yang ia usulkan, telah disetujui.

Namun kenyataannya, pihak BSI KCP Sipirok, belum juga mengembalikan agunan berupa SK Pensiunan alm suaminya. Kondisi ini membuat Nurlinde merasa telah dirugikan oleh pihak BSI Sipirok.

“Walaupun kredit saya sudah lunas, agunan tersebut belum saya terima sampai sekarang,” ujar Nurlinde, Selasa (20/8/2024).

Nurlinde mengungkapkan, pihak BSI Sipirok bersedia mengembalikan agunan, jika ia menyerahkan sisa cicilan sebesar Rp78 juta. Padahal kewajiban tanggungan keseluruhan yang harus dibayarkan hanya sebesar Rp65 juta. Dan uang tersebut telah dibayarkan melalui Taspen Sibolga.

“Mereka meminta Rp13 juta lagi agar agunan dikembalikan, sehingga total uang yang harus saya bayarkan berjumlah Rp78 juta. Ini kan namanya pemerasan,” tegas Nurlinde.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh pihak BSI Sipirok, Nurlinde akan mengadukan masalah tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selain itu, ia juga akan melaporkan ke kepolisian, atas dasar dugaan penggelapan sebagaimana diatur di dalam Pasal 372 KUHP.

“Akan segera saya laporkan,” sebut mantan Kepala Sekolah berprestasi ini.

Arif Rahman, pegawai BSI KCP Sipirok yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, terkait dugaan permintaan sejumlah uang untuk menebus agunan kredit, belum memberikan tanggapan.

Jurnalis : Dzulfadli Tambunan
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kabupaten Toba Raih Dua Penghargaan Lomba Posyandu Sumut 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:11 WIB