KAB. HUMBAHAS || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab-Humbahas) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin pemenuhan layanan dasar air minum bagi masyarakat.
Pasca bencana alam berupa banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melakukan peninjauan lapangan terhadap kerusakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Onan Ganjang dan SPAM IKK Pakkat. Jumat, 23/01/2026.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan resmi yang disampaikan UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan terkait kerusakan bangunan air baku (intake) serta jaringan transmisi air minum yang berdampak langsung pada terganggunya pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, Tim Surveyor BBWS Sumatera II Medan juga telah melaksanakan survei lapangan di Kecamatan Onan Ganjang. Tim melakukan pendataan serta evaluasi teknis terhadap tingkat kerusakan SPAM IKK Onan Ganjang yang sebelumnya dibangun oleh BBWS.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bangunan air baku mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang dan longsor. Selain itu, jaringan transmisi air berupa perpipaan sepanjang kurang lebih 650 meter juga mengalami kerusakan signifikan.
Kerusakan tersebut mengakibatkan terganggunya distribusi air minum kepada masyarakat pelanggan SPAM IKK Onan Ganjang yang tercatat sebanyak 351 Sambungan Rumah (SR). Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui UPT SPAM untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat guna mempercepat proses perbaikan.
Selanjutnya, pada Kamis, 22 Januari 2026, Tim Bina Teknik Sumber Daya Air dan Tim Air Tanah Air Baku (ATAB) Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSDA) Kementerian PUPR RI bersama BBWS Sumatera II dan UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan kembali melaksanakan peninjauan lapangan di SPAM IKK Pakkat. Peninjauan ini melibatkan sembilan personel gabungan.
Monitoring dilakukan dengan menelusuri alur jaringan transmisi air baku sepanjang 4,5 kilometer mengikuti aliran Aek Sirahar hingga ke bagian hulu lokasi bangunan intake. Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa jaringan perpipaan yang selama ini menggunakan sistem gravitasi sangat rentan terhadap bencana banjir bandang.
Hampir setiap tahun, pipa-pipa yang terpasang di sepanjang aliran sungai mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan berulang.
Menanggapi kondisi tersebut, UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan mengusulkan perubahan sistem SPAM IKK Pakkat dari sistem gravitasi menjadi sistem pompa.
Sistem ini direncanakan mengalirkan air baku ke bak pengumpul sebelum diproses di Instalasi Pengolahan Air (IPA). Usulan ini dinilai lebih aman dan berkelanjutan, mengingat tingginya risiko bencana serta ancaman keselamatan bagi petugas UPT SPAM saat melakukan perbaikan di sepanjang aliran sungai.
“Setiap tahunnya hampir selalu dilakukan perbaikan pipa di sepanjang aliran Aek Sirahar. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kontinuitas layanan air minum, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan petugas di lapangan,” ungkap Kepala UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan.
SPAM IKK Pakkat sendiri melayani sebanyak 750 Sambungan Rumah (SR) yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat di Kecamatan Onan Ganjang dan Kecamatan Pakkat sangat berharap agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan.
Pemkab Humbahas melalui UPT SPAM menyatakan optimisme tinggi bahwa perbaikan sarana dan prasarana SPAM akan segera dilaksanakan. Hal ini didukung oleh komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan Kementerian PUPR, di mana seluruh kerusakan SPAM di wilayah Humbang Hasundutan telah dicatat dan diinventarisasi untuk dimasukkan dalam program perbaikan tahun 2026.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna








