Adikarya Parlemen:
H. Irpan Haeroni, SM, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama, menjadikan toleransi sebagai pondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Irfan Haeroni. SM mendorong penguatan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Indonesia, setiap agama mengajarkan nilai-nilai yang mendorong umatnya untuk hidup dengan baik dan harmonis.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat toleransi antar-umat beragama, serta menjaga stabilitas nasional, terutama saat perayaan hari besar keagamaan, yakni; dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, bulan Suci Ramadan 1447 H, Hari Paskah, dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang waktunya sangat berdekatan. Irpan menekankan, bahwa toleransi adalah kunci utama dalam membangun bangsa yang damai.
“Semangat persaudaraan dalam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan menyambut bulan Suci Ramadhan, saya mengucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek dan menjalankan ibadah puasa. Ini momen yang tepat untuk memperkuat tali persaudaraan dan saling berbagi kasih, guna memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika dan mencegah konflik, Kata Irpan, Rabu (18/02/2026).
H. Irpan Haeroni. SM anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil IX Kabupaten Bekasi, menyampaikan, dengan hidup berdampingan dalam bingkai harmoni keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang damai, di mana setiap individu merasa aman untuk menjalani kehidupan sesuai keyakinannya masing-masing.
Politisi dari Partai Gerindra Irpan Haeroni menekankan, bahwa penguatan moderasi beragama adalah tanggung jawab bersama, mencakup pelatihan bagi penyuluh agama dan guru untuk menciptakan pemahaman yang inklusif. Pentingnya pemerintah dan stakeholder terkait untuk menjamin keamanan umat dalam beribadah serta menindak tegas tindakan intoleransi, tutup Irpan.
Penulis : R-001
Editor : Priyatna








